Surat ondangan hajat bahasa Sunda adalah salah satu jenis surat undangan yang biasa digunakan dalam budaya Sunda. Surat ini digunakan untuk mengundang kerabat, tetangga, dan sahabat untuk menghadiri acara hajatan seperti pernikahan, sunatan, khitanan, atau acara adat lainnya. Surat ondangan hajat bahasa Sunda memiliki ciri khas dalam hal bahasa dan format yang digunakan.

Pengertian Surat Ondangan Hajat Bahasa Sunda

Surat ondangan hajat bahasa Sunda adalah surat yang berisi undangan untuk menghadiri acara hajatan yang dilangsungkan oleh seseorang atau keluarganya. Surat ini ditulis dalam bahasa Sunda dengan menggunakan format dan kaidah bahasa Sunda yang khas.

Fungsi Surat Ondangan Hajat Bahasa Sunda

Surat ondangan hajat bahasa Sunda memiliki beberapa fungsi, di antaranya adalah:

  1. Sebagai sarana untuk memberikan informasi tentang acara hajatan yang akan dilaksanakan.
  2. Sebagai sarana untuk mengundang kerabat, tetangga, dan sahabat untuk hadir dan memeriahkan acara hajatan.
  3. Sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan antara keluarga dan kerabat.

Tujuan Surat Ondangan Hajat Bahasa Sunda

Tujuan dari surat ondangan hajat bahasa Sunda adalah untuk:

  1. Memberikan informasi tentang acara hajatan yang akan dilangsungkan.
  2. Mengundang kerabat, tetangga, dan sahabat untuk hadir dan memeriahkan acara hajatan.
  3. Menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan antara keluarga dan kerabat.

Format Surat Ondangan Hajat Bahasa Sunda

Format surat ondangan hajat bahasa Sunda memiliki ciri khas dalam hal penulisan dan susunan kata. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan surat ondangan hajat bahasa Sunda adalah:

  1. Penulisan surat dimulai dengan menyebutkan nama Allah SWT.
  2. Pada bagian pembuka atau awal surat, biasanya ditulis ungkapan “Panjenengan/Sami” yang berarti “anda”.
  3. Setelah itu, diikuti dengan pengantar yang berisi ucapan terima kasih dan permohonan maaf atas segala kekurangan.
  4. Isi surat berisi informasi tentang acara hajatan, seperti tanggal, waktu, dan tempat pelaksanaan acara.
  5. Di akhir surat, biasanya terdapat ungkapan “Hatur nuhun” yang berarti “terima kasih”.

Contoh Surat Ondangan Hajat Bahasa Sunda

Berikut adalah contoh surat ondangan hajat bahasa Sunda:

Contoh 1

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Panjenengan/Sami yang kami hormati,

Dalam rangka memperingati pernikahan putra-putri kami, kami mengundang Panjenengan/Sami untuk hadir pada:

Hari/Tanggal: Minggu, 20 Februari 2022

Waktu: Pukul 09.00 WIB

Tempat: Jalan Raya Sariwangi No. 25, Bandung

Kami mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam undangan ini dan kami sangat mengharapkan kehadiran Panjenengan/Sami dalam acara pernikahan putra-putri kami.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Hatur nuhun,

Keluarga Besar Haji Hasan

Contoh 2

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Panjenengan/Sami yang kami hormati,

Kami mengundang Panjenengan/Sami untuk hadir dalam acara khitanan putra kami yang akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Sabtu, 5 Maret 2022

Waktu: Pukul 08.00 WIB

Tempat: Jalan Cimahi No. 42, Bandung

Kami mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam undangan ini dan kami sangat mengharapkan kehadiran Panjenengan/Sami dalam acara khitanan putra kami.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Hatur nuhun,

Keluarga Besar Ustadz Ahmad

FAQs

1. Apakah surat ondangan hajat bahasa Sunda hanya digunakan dalam acara hajatan tertentu saja?

Tidak, surat ondangan hajat bahasa Sunda dapat digunakan dalam berbagai acara hajatan seperti pernikahan, sunatan, khitanan, dan acara adat lainnya.

2. Apakah format surat ondangan hajat bahasa Sunda selalu sama?

Tidak, format surat ondangan hajat bahasa Sunda dapat bervariasi tergantung pada jenis acara hajatan yang dilaksanakan dan kebiasaan masyarakat setempat.

3. Apakah surat ondangan hajat bahasa Sunda hanya digunakan oleh masyarakat Sunda?

Ya, surat ondangan hajat bahasa Sunda merupakan salah satu bentuk kebudayaan masyarakat Sunda dan biasanya hanya digunakan oleh masyarakat Sunda.

Kesimpulan

Surat ondangan hajat bahasa Sunda adalah salah satu jenis surat undangan yang digunakan dalam budaya Sunda. Surat ini memiliki ciri khas dalam hal bahasa dan format yang digunakan. Surat ondangan hajat bahasa Sunda memiliki fungsi dan tujuan yang sama dengan surat undangan pada umumnya, yaitu sebagai sarana untuk memberikan informasi tentang acara hajatan, mengundang kerabat, tetangga, dan sahabat untuk hadir, serta menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan antara keluarga dan kerabat.