Apakah kamu pernah mengajukan cuti? Jika iya, pasti kamu harus membuat surat pengajuan cuti. Surat pengajuan cuti adalah surat yang digunakan untuk meminta izin cuti kepada atasan atau pihak yang berwenang. Surat ini biasanya dibuat oleh karyawan atau pegawai yang bekerja di suatu perusahaan atau instansi.

Pengertian Surat Pengajuan Cuti

Surat pengajuan cuti adalah surat yang berisi permohonan cuti yang diajukan oleh seorang karyawan atau pegawai kepada atasan atau pihak yang berwenang. Surat ini harus dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada atasan atau pihak HRD minimal beberapa hari sebelum tanggal cuti yang diinginkan.

Fungsi Surat Pengajuan Cuti

Surat pengajuan cuti memiliki beberapa fungsi, di antaranya adalah:

  1. Sebagai bukti resmi bahwa karyawan telah mengajukan izin cuti
  2. Sebagai arsip perusahaan atau instansi yang dapat dijadikan referensi di kemudian hari
  3. Sebagai alat komunikasi antara karyawan dan atasan atau pihak HRD
  4. Sebagai pengingat bagi atasan atau pihak HRD untuk mengatur jadwal cuti karyawan

Tujuan Surat Pengajuan Cuti

Tujuan utama dari surat pengajuan cuti adalah untuk meminta izin cuti kepada atasan atau pihak yang berwenang. Namun, selain itu surat ini juga memiliki beberapa tujuan lain, di antaranya adalah:

  1. Memberikan informasi tentang alasan dan durasi cuti yang diinginkan
  2. Memudahkan atasan atau pihak HRD dalam mengatur jadwal cuti karyawan
  3. Menjaga hubungan antara karyawan dan atasan atau pihak HRD

Format Surat Pengajuan Cuti

Berikut adalah format umum dari surat pengajuan cuti:

  1. Header: Pada bagian header surat, tuliskan nama perusahaan atau instansi, alamat, nomor telepon, dan email.
  2. Tanggal: Tuliskan tanggal ketika surat dibuat.
  3. Alamat tujuan: Tuliskan alamat atasan atau pihak HRD yang dituju.
  4. Salutation: Tuliskan salam pembuka seperti “Kepada Yth.”
  5. Paragraf pembuka: Jelaskan maksud dan tujuan dari surat pengajuan cuti.
  6. Paragraf utama: Jelaskan alasan dan durasi cuti yang diinginkan.
  7. Paragraf penutup: Sampaikan terima kasih atas perhatiannya dan harapannya agar surat ini dapat dipertimbangkan dengan baik.
  8. Salam penutup: Tuliskan salam penutup seperti “Hormat saya,” atau “Terima kasih,”.
  9. Tanda tangan: Tempatkan tanda tangan di bawah salam penutup.
  10. Nama dan jabatan: Tuliskan nama dan jabatan karyawan atau pegawai yang membuat surat.

Contoh Surat Pengajuan Cuti

Berikut adalah contoh surat pengajuan cuti yang dapat kamu gunakan sebagai referensi:

Contoh Surat Pengajuan Cuti 1

PT. Abadi Jaya Makmur
Jl. Raya Sudirman No. 10
Jakarta Selatan
Telp. (021) 12345678
Email: [email protected]
Tanggal: 1 Juni 2022

Kepada Yth.
Bapak/Ibu HRD PT. Abadi Jaya Makmur
Jl. Raya Sudirman No. 10
Jakarta Selatan

Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini, melalui surat ini ingin mengajukan izin cuti selama 5 hari kerja, mulai dari tanggal 15 Juni 2022 sampai dengan tanggal 19 Juni 2022.

Alasan saya mengajukan cuti adalah untuk menghadiri pernikahan saudara di luar kota. Selama saya tidak berada di kantor, saya akan menyerahkan tugas saya kepada rekan kerja yang sudah ditunjuk.

Demikian surat pengajuan cuti ini saya buat. Saya berharap Bapak/Ibu HRD dapat mempertimbangkan permohonan cuti saya ini. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Hormat saya,
[ Tanda tangan ]
Nama: Andi Wijaya
Jabatan: Karyawan

Contoh Surat Pengajuan Cuti 2

PT. Maju Jaya Sentosa
Jl. Surya Kencana No. 15
Bandung
Telp. (022) 98765432
Email: [email protected]
Tanggal: 1 Agustus 2022

Kepada Yth.
Bapak/Ibu HRD PT. Maju Jaya Sentosa
Jl. Surya Kencana No. 15
Bandung

Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini, melalui surat ini ingin mengajukan izin cuti selama 10 hari kerja, mulai dari tanggal 15 September 2022 sampai dengan tanggal 24 September 2022.

Alasan saya mengajukan cuti adalah untuk menghadiri acara pernikahan adik saya di luar negeri. Selama saya tidak berada di kantor, saya akan menyerahkan tugas saya kepada rekan kerja yang sudah ditunjuk.

Demikian surat pengajuan cuti ini saya buat. Saya berharap Bapak/Ibu HRD dapat mempertimbangkan permohonan cuti saya ini. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Hormat saya,
[ Tanda tangan ]
Nama: Budi Santoso
Jabatan: Pegawai

FAQs (Frequently Asked Questions)

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan seputar surat pengajuan cuti:

  1. Bagaimana cara membuat surat pengajuan cuti?
    Untuk membuat surat pengajuan cuti, kamu bisa mengikuti format umum yang sudah dijelaskan di atas. Pastikan suratmu memiliki header, tanggal, alamat tujuan, salutation, paragraf pembuka, paragraf utama, paragraf penutup, salam penutup, tanda tangan, dan nama serta jabatan pengirim surat.
  2. Kapan waktu yang tepat untuk mengajukan surat pengajuan cuti?
    Sebaiknya kamu mengajukan surat pengajuan cuti minimal 1 minggu sebelum tanggal cuti yang diinginkan. Hal ini akan memudahkan atasan atau pihak HRD dalam mengatur jadwal cuti karyawan.
  3. Apakah surat pengajuan cuti harus dibuat secara tertulis?
    Ya, surat pengajuan cuti harus dibuat secara tertulis agar memiliki bukti resmi dan arsip perusahaan atau instansi.
  4. Apa saja yang harus disertakan dalam surat pengajuan cuti?
    Dalam surat pengajuan cuti, kamu harus mencantumkan alasan dan durasi cuti yang diinginkan, serta menyerahkan tugas kepada rekan kerja yang sudah ditunjuk. Selain itu, pastikan suratmu memiliki format yang sesuai dengan standar surat resmi.

Kesimp